Rabu, 02 Oktober 2013

askep glukoma

BAB I
TINJAUAN TEORI
1.1.      Pengertian Glaukoma
         Glaukoma adalah suatu penyakit yang memberikan gambaran klinik berupa tekanan intra okuler penggaungan pupil saraf optik dengan defek lapang pandangan mata.Glaukoma adalah sekelompok kelainan mata yang ditandai dengan peningkatan tekanan intra okuler. (Long Barbara, 1996).
         Glaukoma adalah suatu penyakit yang memberikan gambaran klinik berupa peningkatan tekanan bola mata, penggaungan papil saraf optik dengan defek lapang pandangan mata.(Sidarta Ilyas,2000).
·      Klasifikasi
1.   Glukoma primer
Ø Glaucoma sudut terbuka
Glukoma sudut terbuka terjadi karena tumor aqueus mempunyai pintu terbuka ke jaringan trabekular kelainannya berkenang lambat.
Ø Glaukoma sudut tertutup
Glaukoma sudut tertutup terjadi karena ruang anterior menyempit, sehingga iris terdorong ke depan, menempel ke jaringan trabekular dan menghambat humor aqoeus mengalir ke saluran schlemm.

2.   Glaukoma sekunder
Glaukoma yang terjadi akibat penyakit mata lain yang menyebabkan penyempitan sudut / peningkatan volume cairan dari dalam mata dapat diakibatkan oleh : perubahan lensa Kelainan uvea Trauma Bedah
3.   Glaukoma congenital
Glaukoma yang terjadi akibat kegagalan jaringan mesodermal memfungsikan trabekular.
4.    Glaukoma absolute
Merupakan stadium akhir, sudah terjadi kebutaan total akibat tekanan bola mata memberikan gangguan fungsi lanjut.
1.2.      Anatomi dan Fisiologi
Di dalam terdapat dua macam cairan :
a.    Aqueus humor
Cairan ini berada di depan lensa.
b.   Vitreus humor
       Cairan penuh albumin berwarna keputih – putihan seperti agar – agar yang berada dibelakang biji mata, mulai dari lensa hingga retina. (Evelin C Pearce : 317)
       Dalam hal ini cairan yang mengalami gangguan yang dihubungkan dengan penyakit glaukoma adalah aqueus humor, dimana cairan ini berasal dari badan sisiari mengalir ke arah bilik anterior melewati iris dan pupil dan diserap kembali kedalam aliran darah pada sudut antara iris dan kornea melalui vena halus yang dikenal sebagai saluran schlemm. (Evelin C. Pearce : 317).
       Secara normal TIO 10 -21 mmHg karena adanya hambatan abnormal terhadap aliran aqueus humor mengakibatkan produksi berlebih badan silier sehingga terdapat cairan tersebut. TIO meningkat kadang – kadang mencapai tekanan 50 – 70 mmHg.

1.3.      Etiologi
a)       Primer
Terdiri dari
1.    Akut
Dapat disebabkan karena trauma.
2.    Kronik
Dapat disebabkan karena keturunan dalam keluarga seperti :
·   Diabetes mellitus
·   Arterisklerosis
·    Pemakaian kortikosteroid jangka panjang.
·   Miopia tinggi dan progresif.
Dari etiologi diatas dapat menyebabkan sudut bilik mata yang sempit.
b)       Sekunder
Disebabkan penyakit mata lain seperti :
·   Katarak
·   Perubahan lensa
·   Kelainan uvea
·    Pembedahan
1.4.      Patofisiologi
       Tekanan Intra Okuler ditentukan oleh kecepatan produksi akues humor dan aliran keluar akues humor dari mata. TIO normal 10 – 21 mmHg dan dipertahankan selama terdapat keseimbangan antara produksi dan aliran akueos humor. Akueos humor di produksi didalam badan silier dan mengalir ke luar melalui kanal schlemm ke dalam sistem vena. Ketidakseimbangan dapat terjadi akibat produksi berlebih badan silier atau oleh peningkatan hambatan abnormal terhadap aliran keluar akueos melalui camera oculi anterior (COA).
       Peningkatan tekanan intraokuler > 23 mmHg memerlukan evaluasi yang seksama. Iskemia menyebabkan struktur ini kehilangan fungsinya secara bertahap. Kerusakan jaringan biasanya dimulai dari perifer dan bergerak menuju fovea sentralis. Kerusakan visus dan kerusakan saraf optik dan retina adalah ireversibel dan hal ini bersifat permanen tanpa penangan, glaukoma dapat menyebabkan kebutaan. Hilangnya penglihatan ditandai dengan adanya titik buta pada lapang pandang.
1.5.      Patoflow
Kourtikosteroid jangka panjang
Miopia
Trauma mata


                           Ostruksi jaringan                              peningkatan tekanan vireus
                               Trabelkuler
                        Peningkatan pengaliran                      Pergerakan iris ke depan
Nyeri
                        Cairan tumor aquerous
Nyeri                    TIO meningkat             Glaukoma         TIO meningkat
Ansietas
                            Gangguan saraf optic
                               Tindakan operasi
Gangguan persepsi sensori penglihatan
                           perubahan penglihatan      kurangnya pengobatan
                                     perifer
                                    Kebutaan

1.6.Manifestasi Klinis
1.   Glaukoma primer
   a. Glaukoma sudut terbuka
·   Kerusakan visus yang serius
·   Lapang pandang mengecil dengan macam – macam skotoma yang khas
·   Perjalanan penyakit progresif lambat
b. Glaukoma sudut tertutup
·   Nyeri hebat didalam dan sekitar mata
·   Timbulnya halo disekitar cahaya
·   Pandangan kabur
·   Sakit kepala
·    Mual, muntah
·   Kedinginan
·   Demam bahkan perasaan takut mati mirip serangan angina, yang dapat sedemikian kuatnya sehingga keluhan mata (gangguan penglihatan, fotofobia dan lakrimasi) tidak begitu dirasakan oleh klien.
2.   Glaukoma sekunder
·  Pembesaran bola mata
·  Gangguan lapang pandang
·   Nyeri didalam mata
3. Glaukoma congenital
·   Gangguan penglihatan
1.7.      Pemeriksaan Diagnostik
1)      Snellen Chart : Adanya gangguan pada kornea,lensa,refraksi
2)      Tonometri : Mengukur TIO,dicurigai bila ≥ 22 mmHg
3)      Gionoskopi : Membedakan Glaukoma sudut tretutup dan Terbuka
4)      Oftalmoskopi : Melihat diskus optic dan struktur mata internal
1.8.      Penatalaksanaan
1.Terapi Medika pentose
Tujuannyan adalah menurunkan TIO ( tekanan intra okuler) terutama dengan menggunakan obat sistemik (obat yang mempengaruhi tubuh)
a.       Obat sistemik
b.      Obat tetes mata local
2.Terapi Bedah
·  Iridektomi perifer.Digunakan untuk membuat saluran dari bilik mata belakang dan depan karena telah trdapat hambatan dalam pengaliran humor akuesus.
·  Trabekulotomi (Bedah Drainase). Dilakukan jika sudut yang tertutup lebih dari 50% atau gagal dengan iridektomi.











BAB II
ASKEP TEORITIS
2.1.   Pengkajian
1.Anamnesis
      Anamnesis meliputi data demografi, yang meliputi :
·   Umur, glaukoma primer terjadi pada individu berumur > 40 tahun.
·   Ras, kulit hitam mengalami kebutaan akibat glaukoma paling sedikit 5 kali dari kulit putih (dewit, 1998).
·   Pekerjaan, terutama yang beresiko besar mengalami trauma mata.
Selain itu harus diketahui adanya masalah mata sebelumnya atau pada saat itu, riwayat penggunaan antihistamin (menyebabkan dilatasi pupil yang akhirnya dapat menyebabkan Angle Closume Glaucoma), riwayat trauma (terutama yang mengenai mata), penyakit lain yang sedang diderita (DM, Arterioscierosis, Miopia tinggi) Riwayat psikososial mencakup adanya ansietas yang ditandai dengan bicara cepat, mudah berganti topik, sulit berkonsentrasi dan sensitif, dan berduka karena kehilangan penglihatan. (Indriana N. Istiqomah, 2004)

2.Pemeriksaan Fisik
            Oftalmoskop : mengetahui adanya cupping dan atropi diskus optikus (lebih luas dan lebih dalam). Pada Glaukoma akut primer,kamera anterior dangkal,aquous humor keruh dan pembuluh darah menjalar keluar dari iris.
            Pemeriksaan Lapang dada : pada keadaan akut m ↓ Inspeksi (inflamasi mata,sclera merah,kornea keruh,dilatasi pupil). Palpasi  (terasa lebih lebih keras disbanding dengan mata lain)




2.2.   Diagnosa Keperawatan dan Intervensi
Dx 1 : Gangguan persepsi sensori (penglihatan) b.d hilangnya pandangan perifer sekunder dari peningkatan TIO.
Tujuan: Penggunaan penglihatan yang optimal
Kriteria Hasil:
a. Mengidentifikasi tiper perubahan visual yg dpt trjdi saat TIO # di atas level aman
b.Mencari bantuan saat terjadi perubahan visual
c. Berpartisipasi dalam program pengobatan
d.      Mempertahankan lapang pandang penglihatan tanpa kehilangan lebih lanjut
NO.
INTERVENSI
RASIONAL
1.
Pastikan derajatpastikan derajat / tipe kehilangan penglihatan
Mempengaruhi masa depan pasien & pilihan intervensi
2.
Dorong mengekspresikan tentang kemungkinan
Intervensi awal mencegah kebutaan
3.
kehilangan penglihatan Tunjukkan pemberian tetes mata

Mengontrol TIO, mencegah kehilangan penglihatan lanjut

4.
Lakukan tindakan untuk     membantu pasien menangani keterbatasan penglihatan, contoh: kurangi kekacauan, atur perabot
Menurunkan bahaya keamanan sehubungan dengan perubahan lapang pandang


Dx 2 : Nyeri yang berhubungan dengan peningkatan TIO
Tujuan : Nyeri hilang atau berkurang
kriteria Hasil :
1)   Pasien mendemonstrasikan pengetahuan akan penilaian pengontrolan nyeri
2)   Pasien mengatakan nyeri berkurang/hilang
3)   Ekspresi wajah rileks
Klien akan mengalami p (-) nyeri
NO.
INTERVENSI
RASIONAL
1.
Pertahankan tirah baring ketat spada posisi semii fowler dan cegah tindakan yg dpt m# TIO (batuk, bersin, mengejan)
Tekanan pada mata m# jika tubuh datar dan manuver Valsava diaktifkan seperti pada akvitas tersebut.

2.
Berikan lingkungan gelap dan tenang
Stres dan sinar akan m# TIO yg dpt mencetuskan nyeri
3.
Ukur tekanan darah, nadi  dan pernapasan tiap 24 jam jika klien tdk menerima agens osmotik secara IV dan tiap 2 jam jika klien menerima agens osmotik IV
Mengidentifikasi kemajuan/penyimpangan dr hsl yg diharapkan
4.
Pantau derajat nyeri mata setiap 30 menit selama fase akut

Mengidentifikasi kemajuan/penyimpangan dr hsl yg diharapkan
5.
Observasi ketajaman penglihatan setiap waktu sebelum penetesan obat mata
Mengidentifikasi kemajuan/penyimpangan dr hsl yg diharapkan


Dx 3 : Ansietas b.d faktor fisilogis, perubahan status kesehatan, adanya nyeri, kemungkinan/kenyataan kehilangan penglihatan.
Tujuan: Cemas hilang atau berkurang
Kriteria Hasil:
1)   Pasien tampak rileks dan melaporkan ansitas menurun   sampai tingkat  dapat diatasi.
2)   Pasien menunjukkan ketrampilan pemecahan masalah.
3)   Pasien menggunakan sumber secara efektif.
NO.
INTERVENSI
RASIONAL
1.
Kaji tingkat ansietas, derajat pengalaman nyeri/timbul nya gejala tiba-tiba dan pengetahuan kondisi saat ini
Faktor ini mempengaruhi persepsi pasien terhadap ancaman diri, potensial siklus insietas, dan dapat mempengaruhi upaya medik untuk mengontrol TIO
2.
Berikan informasi yang akurat dan jujur.
Menurunkan ansiets b/d ketidak tahuan / harapan yang akan datang dan memberikan dasar fakta untuk membuat pilihan info ttg pengobatan.
3.
Dorong pasien untuk mengakui masalah dan mengekspresikan perasaan
Memberi kesempatan pasien menerima situasi nyata, mengklarifikasi salah konsepsi dan pemecahan masalah.
4.
Identifikasi sumber/orang yang menolong.
Memberikan keyakinan bhw pasien tdk sendiri dlm menghadapi masalah.

2.3.   Implementasi
Gangguan persepsi sensori (penglihatan) b.d hilangnya pandangan perifer sekunder dr peningkatan TIO > 21 mmHg :
·         Mengkaji derajat / tipe kehilangan penglihatan 
·         Mendorong klien untuk mengekspresikan perasaan tentang kehilangan / kemungkinan kehilangan penglihatan
·         Melakukan tindakan untuk membantu pasien untuk menangani keterbatasan penglihatan, contoh, mengatur perabot, perbaiki sinar dan masalah penglihatan malam.
·         Memberikan obat tetes mata : beta bloker (timolol)

Gangguan rasa nyaman nyeri yang berhubungan dengan peningkatan TIO :
·         Mengkaji tingkat nyeri
·         Memantau derajat nyeri mata setiap 30 menit selama fase akut.
·         Menyiapkan pasien untuk pembedahan sesuai peranan.
·         Mempertahankan tirah baring ketat pada posisi semi fowler
·         Memberikan  lingkungan gelap dan terang.

Ansietas b.d faktor fisilogis, perubahan status kesehatan, adanya nyeri kemungkinan/kenyataan kehilangan penglihatan
·         Mengkaji tingkat ansietas
·         Memberikan informasi yang akurat dan jujur.
·         Mendorong pasien untuk mengakui masalah dan mengekspresikan perasaan
·         Mengidentifikasi sumber/orang yang menolong


2.4.   Evaluasi
Kriteria Evaluasi :
Ø  Penglihatan dipertahankan pada tingkat sebaik mungkin
Ø  Pasien mengatasi situasi dengan tindakan positif
Ø  Komplikasi dicegah/minimal
Ø  Proses penyakit/prognosis dan program terapi dipahami.

BAB III
 PENUTUP
1.1.  Kesimpulan
      Glaukoma adalah suatu penyakit yang memberikan gambaran klinik berupa tekanan intra okuler penggaungan pupil saraf optik dengan defek lapang pandangan mata.Glaukoma adalah sekelompok kelainan mata yang ditandai dengan peningkatan tekanan intra okuler.
       Tekanan Intra Okuler ditentukan oleh kecepatan produksi akues humor dan aliran keluar akues humor dari mata. TIO normal 10 – 21 mmHg dan dipertahankan selama terdapat keseimbangan antara produksi dan aliran akueos humor. Akueos humor di produksi didalam badan silier dan mengalir ke luar melalui kanal schlemm ke dalam sistem vena. Ketidakseimbangan dapat terjadi akibat produksi berlebih badan silier atau oleh peningkatan hambatan abnormal terhadap aliran keluar akueos melalui camera oculi anterior (COA).
1.2.  Saran
1. Untuk Instansi
Untuk pencapaian kualitas keperawatan secara optimal sebaiknya proses keperawatan selalu dilaksanakan secara berkesinambungan.
2.Untuk klien dan keluarga
Perawatan tidak kalah pentingnya dengan pengobatan karena bagaimanapun teraturnya pengobatan tanpa perawatan yang sempurna maka penyembuhan yang diharapkan tidak tercapai,pleh sebab itu perlu adanya penjelasan pada klien dan keluarga mengenai manfaat serta pentingnya kesehatan.


Selasa, 01 Oktober 2013

kata-kata galau part 2

Kau akan melihat sendiri keceriaan wajahnya jika kau bertemu dengannya seolah kau memberikan kepadanya sesuatu yang kau sendiri memerlukannya.
Tidak ada satu tarikan napaspun yang kau hembuskan, melainkan ada takdir yang dijalankan-Nya pada dirimu. Karena itu, tunduklah pada-Nya dalam setiap keadaan.
Masa lalu dapat kita gantungkan sebagai pajangan, tapi tidak perlu diacuhkan. Kita harus mengurung, melupakan, mengikatnya dengan tali yang kuat agar tidak dapat keluar berlari melihat cahaya.
Cinta adalah 3/4 mimpi mimpi, dan 1/4 kenyataan. Mulai timbul masalah kalau kau jatuh cinta pada mimpi mimpi itu, bukan pada kenyataanya. Tapi kau akan menemukan cinta sejati kalau kau jatuh cinta pada keduanya.
Masa lalu dapat kita gantungkan sebagai pajangan, tapi tidak perlu diacuhkan. Kita harus mengurung, melupakan, mengikatnya dengan tali yang kuat agar tidak dapat keluar berlari melihat cahaya.
Hingga malam semakin larut, aku hanya terdiam meratapi kesakitanku yang teramat dalam. Pernah terpikirkan olehku untuk melupakanmu, tetapi kenangan itu begitu indah hingga tak kuasa aku menyerah untuk menjaganya dalam batin dan pikiranku.
Aku tersadar bahwa hari itu adalah hari terakhir diriku bersamamu. Terakhir melihat senyuman indah di bibirmu. Terakhir pula aku bisa mengatakan "Aku Cinta Padamu".
Cinta tidak pernah salah dalam mengisi hidup tiap insan manusia, cinta selalu memberikan keindahan yang berbeda. Saat kita mengenal cinta, kita juga harus mengenal benci, karena banyak yang salah menilai cinta adalah sebuah kebencian.
Selamat tinggal mungkin bukan kata yang tepat atas semua pengorbanan yang telah aku lakukan untuk selalu menjagamu. Kehilangan-lah yang lebih tepat menggambarkan perasaan hati yang sangat sakit ini.
Siapa yang pernah mendengar suara hatiku? Tiada ada yang tahu bukan? Siapa pula yang tahu aku patah hati, tiada ada yang tahu juga bukan? Hanya lewat tulisan ini aku mengatakan bahwa diriku hilang dalam kesedihan yang mendalam.
Seorang kekasih yang telah mengisi tiap detik hariku, tiap langkah jalanku, tiap hembusan nafasku kini telah pergi. Hanya menyisakan langkah yang tiap detik tak berarti serta hembusan nafas yang tertahan karena kehilangan nyawa terindah.
Lelah ku menilai, sangat menyesak didada bagai dua sisi indah didiriku. Tak ingin sakiti, lebih kutinggal semua.
Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.
Kamu tahu bahwa kamu sangat merindukan seseorang, ketika kamu memikirkannya hatimu hancur berkeping. Dan hanya dengan mendengar kata “Hai” darinya, dapat menyatukan kembali kepingan hati tersebut.
Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehinggalah kamu kehilangannya. Pada saat itu, tiada guna sesalan karena perginya tanpa berpatah lagi.
Kamu tidak pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. namun apabila sampai saatnya itu, raihlah dengan kedua tanganmu,dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya.
Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak. Bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka. Bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merindu dan cemburu.
Bercinta memang mudah. Untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh. Satu-satunya cara agar kita memperolehi kasih sayang, ialah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan.
Ketika aku melihat senyummu hanya kebahagiaan saja tersirat saat itu, tanpa memikirkan perasaan hilang yang akan aku temui nantinya.
Dalam hidup, ada dua pilihan yang pertama mencintaimu dan yang kedua kehilanganmu. Tetapi jika aku memilih yang pertama, aku takut pilihan kedua juga akan menyertai hidupku.
Hari yang begitu berarti ini, selalu aku tuliskan dalam sebuah dinding jiwa yang terdalam, tetapi saat aku kehilanganmu dinding itu retak seperti air yang menetes perlahan di batu.
Aku merelakan separuh jiwaku hilang, karena aku takut kalau separuh jiwa itu bersamaku, dia akan ikut mati pula bersama dengan mati kehilanganmu.
Jika seseorang yang kamu sayangi tak pernah menganggapmu, tinggalkan saja dia! dan kamu berhak mendapatkan yang lebih baik dari dia.
Dunia tak selebar daun kelor! bukan hanya dia yang mempunyai potensi untuk membahagiakanmu, cari saja pengantinya,.. ^_^
Siapa yang menabur angin, ia yang menuai badai!
patah hati? gak jaman,.. mati satu tumbuh seribu! cari lagi aja! >_^
Cinta bukan dasar dari kebahagiaan, tetapi tanpa cinta adalah dasar dari kesedihan.
Kita menikmati kehangatan karena kita pernah kedinginan, kita menghargai cahaya karena kita pernah dalam kegelapan, begitu pula kita dapat bergembira karena kita pernah merasakan kesedihan.
Kesalahan yang membuat Anda sedih lebih baik daripada kebaikan yang membuat Anda congkak.
Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup untuk membuatmu baik hati, cobaan yang cukup untuk membuatmu kuat. Kesedihan yang cukup untuk membuatmu manusiawi. Pengharapan yang cukup untuk membuatmu bahagia.
Mata air kepuasan harus bersumber dari pikiran, orang yang memiliki sedikit pengetahuan mengenai sifat manusia untuk mencari kebahagiaan dengan mengubah apapun selain wataknya sendiri, akan menyia-nyiakan hidupnya tanpa hasil dan melipatgandakan kesedihan yang ingin ia hilangkan.
Cinta mungkin tidak akan berlangsung selamanya, tapi ia akan bertahan. Bertahan begitu lama dan kuat, hingga kita tahu bahwa dia mengkhianati cinta kita.
Kalau kau memusatkan perhatian untuk memberikan cinta, tugasmu akan terasa lebih kecil namun hasilnya besar. Kalau kau memusatkan perhatian untuk mendapatkan cinta, tugasmu akan terasa lebih besar namun hasilnya kecil.
Hal yang tersedih adalah apabila orang yang mendatangi kita pergi berjalan menjauh, dan perasaan kita bertambah sedih seiring banyaknya langkah kaki saat ia meninggalkan kita.
Kita akan tetap saling mencintai apabila kita dapat menerima setiap perubahan.
Aku hanya duduk termenung menanyakan kedalam hati tentang sinar yang datang dan menerangi hatiku walaupun samar-samar.
Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu. Hanya untuk menemukan bahawa pada akhirnya menjadi tidak bererti dan kamu harus membiarkannya pergi
kamu tau bagaimana cara melupakanmu.. aku bertanya dengan sangat sempurna.. kusematkan hati dalam ucapan itu.. begitu berat walau hanya sekedar ucapan semata.. kamu juga gak tau..bagaimana perasaan ini melihatmu selalu ada.. dalam kegelapanpun engkau selalu nampak bercahaya.. sakit sayang.. aku udah terlalu sakit untuk membayangkanmu tanpa tujuan.. berhentilah menganggu aku dan hidupku, aku tak nyaman..
Tidak usah menangisi kepergiannya. Dia tidak akan melihatku berdiri tertegun melihatmu, sekalipun hanya sedetik, karena engkau telah pergi meninggalkanku dan tidak akan kembali kepadaku selamanya.
Yang berlalu biarlah berlalu, karena bagaimanapun semua telah berakhir. Biarkan semuanya tenggelam bersama matahari.
Allah tidak akan mengambil sesuatupun dari mahluknya,kecuali Dia akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik.
Cintailah sesuatu yang kamu cintai sekadarnya saja, karena bisa jadi suatu saat nanti ia akan menjadi sesuatu yang kamu benci; Dan bencilah sesuatu yang kamu benci sekadarnya saja, karena bisa jadi pada suatu saat nanti ia akan menjadi sesuatu yang kamu cintai.
Cinta tak harus saling memiliki.
Allah punya cara lain ngasih jalan, jalani aja yang ada.
Sesuatu yang tak bisa kita ucapkan jangan di paksa untuk di ucapkan, harusnya cukup di mengerti saja. karena masih banyak hal yang harus kita lakukan dengan ketulusan untuk sebuah tujuan.